Apa itu Brain Gym®

Sepuluh tahun terakhir, Brain Gym® atau senam otak mulai menjadi frasa kunci yang semakin penting di dunia dan Indonesia. Kalau otot-otot bisa digerakkan secara sistematis supaya performanya lebih baik, lebih sehat; maka otak ternyata bisa ikut “bergerak” sehingga performanya menjadi optimal! Kita tidak hanya bicara tentang yang ada di dalam kepala saja, tetapi juga menyangkut tulang belakang dan sistem saraf secara keseluruhan. Lebih praktisnya, sistem Brain Gym® didesain untuk meningkatkan performa dalam berpikir, merasakan dan bertindak, baik yang disadari maupun tidak disadari. Mungkin sampai di sini, muncul ketertarikan sekaligus keraguan dalam diri Anda, “Ah, masa iya, gerakan sederhana bisa bikin gituan?”, yuk baca sampai habis!

Brain Gym® adalah sistem gerakan yang dikembangkan oleh Paul Dennison, Ph.D. dan Gail Dennison dari Amerika Serikat. Pasangan suami istri ini adalah pemerhati pendidikan sepanjang hayat (life-span education) yang melihat proses belajar sebagai inti dari proses adaptasi manusia sehari-hari. Dari refleksi mereka saat bekerja membantu anak-anak dengan kesulitan belajar, mereka menemukan pola-pola universal yang berpotensi secara jitu mengangkat hambatan-hambatan mental dalam berbagai konteks. Namun, refleksi Paul Dennison bahkan dimulai jauh dari awal hidupnya, saat ia mengalami proses belajar sebagai seorang anak yang berjuang memahami pelajaran dari guru-guru dan pelatih olahraganya. Sebuah proses panjang hingga dewasa, di mana pemahaman Paul pelan-pelan dicerahkan akan kerja otak hingga arti menghidupi hidup yang sesungguhnya. Pencapaian ini tersirat dalam pertanyaan awal Paul (dan Gail) saat diminta membantu seseorang yang datang dengan beban “masalah”: what do you want to do with your life? Apa yang ingin kau lakukan dengan hidupmu? 

Pertama kita perlu menyadari bahwa dunia, baik yang di luar maupun dalam diri kita senantiasa berubah. Kadang kita: individu, pasangan, tim, organisasi, institusi, terjebak dalam pola pikir, rasa dan tindakan yang tanpa disadari sudah usang. Akibatnya, muncul perasaan stagnan, mandeg, mentok, dan ujungnya adalah stres dan kemunduran performa. Tidak hanya performa mental, tetapi emosi dan fisik! Nah, pada intinya, Brain Gym® mengajar orang untuk bergerak. Untuk apa? Untuk lebih mudah keluar dari satu zona nyaman (walau kadang semu) dan menemukan bahwa sebagai organisme dia bisa belajar untuk beradaptasi, melakukan yang terbaik dia bisa, dan puas dengan hasilnya. Brain Gym® percaya bahwa pertumbuhan terjadi tanpa henti, bahwa manusia adalah sebuah sistem fisik-mental-emosi yang pada dirinya memiliki potensi untuk terus menerus berkembang sejauh nafas masih ada. Oh, dan bonusnya untuk masyarakat.

26 gerakan Brain Gym® bisa membantu seorang anak untuk belajar menulis, membaca, menghitung. Kita juga bisa terbantu saat ingin belajar lebih fokus, misal untuk menyelesaikan sebuah buku atau satu strata pendidikan. Selain itu, dalam hidup kita juga terus menerus ditantang untuk belajar sabar, belajar move on (that’s right, this is getting deep guys). Lalu juga, belajar bahagia, belajar menerima orang lain, belajar mencintai, dan seterusnya. Karena itu aplikasi Brain Gym® bisa sangat luas, mulai dari dunia pendidikan, pengembangan organisasi, optimalisasi kerja, olahraga hingga konseling dan coaching.   
Brain Gym® berpusat pada 26 gerakan dasar yang menyeimbangkan dinamika antara pola pertahanan diri, sistem limbik atau pengelolaan emosi dan lobus frontalis atau kemampuan kognisi. 26 gerakan itu bisa dilakukan sendiri-sendiri dengan tujuan khusus, atau dalam konteks penyeimbangan yang mengkombinasikan beberapa gerakan untuk tujuan-tujuan pembelajaran di atas. Pola gerakan PACE, positive, active, clear and energetic yang kini tersedia di berbagai media daring adalah satu contoh rangkaian gerakan sederhana yang bisa dicoba siapapun untuk merasakan efek Brain Gym®. Cobalah membayangkan hal sederhana yang ingin Anda capai, misal membaca satu chapter dengan ringan tanpa beban. Lalu lakukan gerakan-gerakan PACE dan rasakan bagaimana tubuh dan mental Anda terasa lebih tenang, terintegrasi, bekerja bersama saat membaca. Selamat mencoba, dan semoga Anda tertarik untuk belajar lebih jauh!

Selain mengikuti kelas-kelas Jivasagita, rasa ingin tahu Anda bisa dipuaskan lewat membaca buku dan artikel terkait Brain Gym® yang tersedia di Indonesia:

Buku

  1. Judul Buku: Brain Gym 26 Gerakan
    Penulis: Paul and Gail Dennison
    Penerbit: Yakindo
    Penerjemah: Elisabeth Demuth dan tim Yayasan Kinesiologi Indonesia (Yakindo)
    (hubungi Jivasagita atau Yakindo untuk mendapatkannya)
  2. Judul Buku: Brain Gym and Me
    Penulis: Paul Dennison, Ph.D.
    Penerbit: Grasindo
    Penerjemah: Prof. Dr. Soebakdi Soemanto

Artikel

  1. Judul Artikel: Efektivitas Terapi Gerak dan Brain Gym untuk Meningkatkan Konsentrasi Anak ADHD
    Tautan: Efektivitas Terapi Gerak dan Brain Gym untuk Meningkatkan Konsentrasi Anak ADHD | Lestari | Eksistensi (unmuhpnk.ac.id)
  2. Judul Artikel: Effect on Brain Gym® Exercises on Cognitive Function and Brain-derived Neurotrophic Factor Plasma Level in Elderly: A Randomized Controlled Trial
    (PDF) Effect of Brain Gym ® exercises on cognitive function and brain-derived neurotrophic factor plasma level in elderly: a randomized controlled trial (researchgate.net)

Chapter Buku

  1. Judul Chapter: Brain Gym and Relief from Stress, Distress, and Trauma
    trauma-recovery-1.pdf (balancepointpublishing.com)

Website lain untuk kenal Brain Gym® lebih jauh

  1. Breakthroughs International
  2. about | Brain Gym Bookstore
  3. Brain Gym® Australia – Brain Gym Australia
  4. (website Brain Gym® Indonesia masih dalam perbaikan)

Tinggalkan komentar